Harapan untuk melihat Apple dalam bentuk iPad lipat tampaknya harus ditunda lebih lama. Laporan terbaru dari rantai pasokan menyebutkan bahwa raksasa teknologi asal Cupertino ini telah menghentikan sementara (paused) pengembangan proyek ambisius tersebut.

Keputusan ini menandakan adanya tantangan signifikan yang bahkan sulit diatasi oleh perusahaan sekelas Apple. Penundaan ini bukanlah tanpa alasan. Berbagai sumber yang kredibel menyoroti tiga faktor utama yang menjadi batu sandungan bagi Apple dalam mewujudkan perangkat tablet lipatnya.

Alasan-alasan ini berpusat pada masalah teknis, biaya produksi, dan keraguan terhadap permintaan pasar, dikutip dari situsĀ NotebookCheck.

Alasan pertama dan yang paling utama adalah kesulitan teknis dalam proses manufaktur. Menciptakan perangkat lipat yang andal dan tahan lama merupakan tantangan rekayasa yang sangat kompleks.

Salah satu isu krusial adalah bekas lipatan (crease) pada layar yang hingga kini masih menjadi masalah umum pada perangkat lipat yang sudah ada di pasaran.

Apple yang dikenal dengan standar kualitas produknya yang sangat tinggi, dilaporkan belum puas dengan teknologi layar lipat saat ini yang belum mampu menghilangkan bekas lipatan secara sempurna.

Selain itu, mekanisme engsel (hinge) juga menjadi perhatian utama. Engsel harus dirancang agar tidak hanya kuat dan tahan lama untuk ribuan kali siklus buka-tutup, tetapi juga harus presisi untuk memastikan perangkat tertutup rapat dan terasa solid saat digunakan.

Mencapai tingkat kesempurnaan ini dalam skala produksi massal terbukti menjadi rintangan yang signifikan. Faktor kedua adalah biaya. Teknologi layar OLED fleksibel dan mekanisme engsel yang rumit memiliki biaya produksi yang jauh lebih tinggi dibandingkan komponen untuk tablet standar.